Asosiasi Pengelola CSR RI Turun Ke Simalungun Bangun Lampu Jalan

SIMALUNGUN, MOI – Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Divisi Keuangan asosiasi pengelola Corporate Sosial Responsibility (CSR) Republik Indonesia (APCRI)  Mochammad Taufik E dan Choirul Mashudi S.E  langsung turun ke Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Simalungun Kecamatan Dolok Batu Nanggar Desa (Nagori) Dolok Ilir I untuk survei lokasi pembangunan  lampu jalan dari tenaga surya, sabtu (11/01/ 2020)

Taufik saat ditemui wartawan menyatakan dana CSR baik dari dalam negeri maupun luar negeri jumlahnya sangat besar kurang lebih 136 T. Maka sesuai dengan tujuan APCRI yaitu menyalurkan dana yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

“Jumlahnya ,(CSR-red) sangat besar dan kami dari pengurus APCRI memiliki tanggung jawab yang besar juga untuk menyalurkannya agar tepat sasaran.Inilah sebabnya kami langsung turun untuk melihat desa – desa terutama yang sangat perlu sentuhan APCRI. Bahkan kami sudah meninjau desa desa di Kabupaten yang ada di Papua, karena banyak saudara saudara kita di Papua masih tertinggal dan butuh penerangan, ” tukas Taufik.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, memang pihaknya baru terbentuk kurang lebih dua bulan, namun harus  diingatkan kepada rekanan yang mau bergabung dengan APCRI, agar memenuhi standar yang telah ditentukan.

“Kalau tidak memenuhi standar, APCRI dengan tegas tidak akan melayani , karena untuk realisasi nantinya kami ada prosedural tersendiri,” ujar Taufik

Sementara itu, Choirul Mashudi menyatakan dirinya bergabung di APCRI sejak tahun 2018, dan mengaku sangat memahami segala prosedural yang ada, baik itu didalam APCRI maupun diluar APCRI. Bahkan, selama ini diakuinya penyaluran CSR kurang baik.Sehingga untuk ke depan ia berharap, penyaluran CSR selanjutnya akan lebih baik dalam realisasinya.

“Mari kita semua bergandengan tangan untuk peduli dengan Negara kita tercinta yaitu dengan ikut terlibat memajukan Desa/Nagori yang ada di Indonesia, dan saya berharap CSR ini bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dan perusahaan di sekitarnya,”tukas Mashudi

Masih  kata Mashudi, buat rekanan, ia menjamin segala tahapan akan dijelaskan dengan rinci, baik itu Surat Perintah Memulai Kerja (SPMK) dan tahapan selanjutnya hingga pekerjaan final.

“Misalnya bahwa setelah pengggalian dan pembuatan pondasi lampu, biasanya ditunggu sebulan, baru bulan kedua setelahnya tiang diletakkan, untuk pemasangan lampu sangat mudah sistemnya, hanya tiga sambungan karena telah dirakit pabrik, sehingga rekanan hanya memasang saja. Sedangkan untuk mengontrol lampu, APCRI bisa melakukannya dari Jakarta dengan sistem komputerisasi terpadu, sehingga hal ini sangat membantu untuk mengetahui keadaan lampu tersebut.Bantuan ini bertahap, untuk saat ini terealisasi hanya 20 Nagori saja” tambah Mashudi.

Nagori yang mendapat jatah CSR tersebut di Kecamatan Dolok Batu Nanggar ada 14 Nagori yaitu Nagori Dolok Ilir I, Padang Mainu, Dolok Tenera, Bahung Kahean, Dolok Ilir II, Silenduk, Bah Tobu, Bandar Selamat, Bahung Kahean, Dolok Merangir I, Dolok Merangir II, Kahean, Dolok Kataran dan Padang Mainu. Program ini juga didapatkan dua Nagori di Kecamatan Tapian Dolok yakni Nagori Naga Dolok dan Nagori Dolok Simbolon, selanjutnya empat Nagori ada di Gunung Maligas akan menyusul, karena pihak APCRI masih akan meninjau.

Judiman sebagai koordinator pangulu di Kecamatan Dolok Batu Nanggar menyatakan dirinya  sangat berterimakasih untuk pengurus Program pengelola Corporate Sosial Responsibility (CSR) Republik Indonesia (APCRI) yang turun lansung ke lapangan.

“Saya tidak menyangka dari Jakarta mereka langsung turun melihat kondisi kami di Desa/Nagori. Bantuan ini sudah lama diharapkan masyarakat, karena pada saat menjelang malam  banyak aktivitas yang berhenti, akibat suasana desa yang gelap gulita di sepanjang jalan,sehingga masyarakat desa waswas bila melakukan aktivitas atau keluar pada malam hari.Dengan adanya 25 titik lampu jalan nantinya masyarakat pasti bisa memanfaatkannya dengan baik,dan kondisi desa juga pasti akan semakin minim tindak kejahatan di sepanjang jalan -jalan di nagori kami akibat sudah terang benderang,” kata Judiman.

Judiman berharap ke depan warga desa juga membutuhkan perhatian APCRI yang lain, misalnya perbaikan jalan, karena jalan Nagori Dolok Ilir I ini merupakan penghubung jalan menuju 5 Nagori lainnya, namun kondisinya rusak parah. (Susan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *