Pemko Siantar Terima Penghargaan Kota Peduli HAM

Foto : Asisten Bidang Sosial dan Perekonomian, Pardamean Silaen berfoto dengan piagam dan penghargaan Kota Peduli HAM yang diterima dari Kementerian Hukum dan HAM RI

PEMATANGSIANTAR, MOI – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menerima penghargaan sebagai salah satu Kota Peduli Hak Azasi Manusia (HAM) tahun 2019, yang diserahkan pada acara peringatan Hari HAM Sedunia ke-71 yang dilaksanakan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, di Gedung Asia Afrika Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/12/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi),  Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly,  GubernurJawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Bandung Oded Muhammad Dahnial sebagai tuan rumah, dan para gubernur, bupati, serta walikota yang terpilih mendapat penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM. Juga Kepala UPT yang menerima penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM di Kemenkumham.

Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM diwakili Asisten bidang Sosial dan Perekonomian Pardamean Silaen menghadiri acara tersebut sekaligus menerima penghargaan. Selain Pemko Pematangsiantar, 19 kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara menerima penghargaan yang sama, yaitu Asahan, Batubara, Deliserdang, Humbang Hasundutan (Humbahas), Karo, dan Labuhanbatu Utara (Labura).

Kemudian Langkat, Padang Lawas (Palas), Padanglawas Utara (Paluta), Pakpak Bharat, dan Samosir. Lalu, Serdang Bedagai (Sergai), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput),  Binjai, Gunungsitoli, Sibolga, Tanjungbalai, dan Tebingtinggi.

Diketahui, sebanyak 425 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di Indonesia telah berpartisipasi dan menyampaikan data capaian dibidang pemenuhan HAM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 272 kabupaten/kota dinilai memenuhi kategori Peduli HAM, dan 96 kabupaten/kota dikategorikan Cukup Peduli HAM.

Adanya sejumlah perubahan dalam kriteria dan indikator dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Daerah Kabupaten/Kota Peduli HAM, ditambah penggunaan aplikasi yang lebih terintegrasi dan penilaian eksternal Kementerian Hukum dan HAM, maka untuk mencapai kriteria kabupaten/kota Peduli HAM ini cukup sulit dan ketat.

Namun ternyata sebagian besar pemerintah daerah tetap memiliki komitmen tinggi untuk terus mengupayakan pemenuhan hak dasar bagi masyarakatnya. Dan upaya tersebut berhasil.

Sesuai tema Hari HAM Sedunia ke-71 yaitu “Pelayanan Publik yang Berkeadilan” maka diberikan penghargaan kepada Pelayanan Publik Berbasis HAM dari 612 Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kementerian Hukum dan HAM. Sehingga total 74 UPT yang mendapat penghargaan, yang terdiri atas Imigrasi 18 UPT dan Ditjen Pemasyarakatan 56 UPT. Penilaian tersebut sesuai Permenkumham Nomor 27 Tahun 2018 dengan menilai Aksesibilitas dan ketersediaan fasilitas, ketersediaan petugas yang siaga, kepatuhan pejabat, pegawai, dan pelaksana terhadap standar pelayanan, serta melakukan penilaian IKM, IPK, serta E-Lapor. Ke depan, akan dilaksanakan penyusunan kebijakan pelayanan publik berbasis HAM di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM sebagai upaya peningkatan akuntabilitas kinerja dalam melayani hak dan kebutuhan masyarakat di bidang hukum dan HAM.

Selain penganugerahan tersebut, sebelumnya telah dilaksanakan pula berbagai rangkaian kegiatan dalam memeringati Hari HAM Sedunia ke-71, yakni seminar bertemakan “Democracy & Freedom of Speech” di Universitas Trisakti, seminar “Bussiness and Human Rights” di Universitas Bina Nusantara, seminar “Pelayanan Publik yang Berkeadilan” di Universitas Sriwijaya, dan Seminar Nasional 2019 “Paradigma Generasi Milenial dan Perlindungan Hak dalam Era Digital” di Universitas Padjajaran.

Kemudian, Diseminasi HAM tentang Pelayanan Publik Berbasis HAM di 34 Kantor Wilayah Kemenkumham, pameran pariwisata, pameran pelayanan publik, fun walk, dan pameran, serta lomba Cerdas Cermat. (Susan)

Angkat Budaya Simalungun Walikota Siantar Minta Kadisdik Siapkan Acara Rekor MuRI

Foto : Walikota saat membuka acara seniman masuk sekolah yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar

PEMATANGSIANTAR, MOI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pematangsiantar Drs Eddy Nuah Saragih diminta menyiapkan kegiatan yang bisa masuk Museum Rekor Indonesia (MuRI). Kegiatan yang disiapkan bernuansa Adat budaya Simalungun untuk mengangkat dan melestarikan adat budaya tersebut.

Permintaan itu disampaikan Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Seniman Masuk Sekolah  yang dihadiri ratusan murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar, Selasa (10/12/2019).

Acara yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar dengan berbagai kegiatan, seperti  pawai karnaval mengelilingi jalan protokol Kota Pematangsiantar, pagelaran seni budaya, serta pameran lukisan, dibuka secara resmi oleh Hefriansyah yang ditandai  pemukulan gondang.

Hefriansyah dalam sambutannya berharap kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang tahun ini  dikhususkan untuk pelajar SD dan SMP bisa dilaksanakan secara berkesinambungan.

Hefriansyah mengatakan, permintaan agar Disdik menyiapkan acara bertajuk gelar adat budaya untuk masuk rekor MuRI itu terinspirasi saat ia menghadiri pembukaan Festival Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin (9/12/2019) kemarin. Hefriansyah mengaku sebenarnya ia merasa agak iri karena dalam acara tersebut, karena kegiatan melipat kain Bulang Sulappei khas Simalungun yang dilakukan 1.000 siswa saat itu bisa masuk MuRI.

“Saya berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar membuat acara supaya kita bisa masuk MuRI. Hadirkan 1.000 atau 2.000 orang dengan mengangkat budaya Simalungun dan melestarikan serta mempertahankan budaya Simalungun yang kita cintai,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Drs Eddy Nuah Saragih yang juga didampingi Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Mesakh Uga Spd,MM mengatakan, Gerakan Seniman Masuk Sekolah dilaksanakan dalam kegiatan ektrakurikuler di sekolah. Disebutkan bahwa para seniman, yang selama ini beraktivitas di sanggar atau di studio, memberikan pelajaran kesenian ke sekolah dengan sasaran masing-masing sekolah sebanyak 20-30 orang siswa.

“Tadi juga kita telah melaksanakan kegiatan festival pakaian adat Simalungun. Kepada para siswa diharapkan dapat mengenal budaya Simalungun yang merupakan akar budaya masyarakat Kota Pematangsiantar, sekaligus memberikan motivasi agar mereka dapat melestarikannya,” sebutnya.

Sementara itu, terlihat para orang tua siswa peserta tari tarian dari SMP Katolik Cinta Rakyat menunggui anak -anak mereka. Antusias para orang tua terlihat positif dengan kegiatan yang menampilkan fragmen tentang Rondahaim, tarian Simalungun dan Toba yang dibawakan siswa/i lengkap dengan busana khas Simalungun dan Toba.

“Kami sebagai orang tua menyambut baik kegiatan yang mengangkat budaya yang ada di Pematangsiantar dan Simalungun ini. Karena kedua daerah ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, ditinjau dari historisnya.sekolah tempat anak kami menimba ilmu juga setahu saya sangat menaruh respon positif bila ada kegiatan yang mengangkat tema budaya seperti ini, yang memang sangat perlu digalakkan. Selain sebagai pembelajaran kepada anak -anak kita sebagai generasi penerus yang harus tahu asal usul budayanya, juga sebagai upaya melestarikan budaya itu sendiri. Ini harus dilakukan supaya pengetahuan generasi penerus akan adat istiadat budaya tidak terkikis,lalu lama kelamaan punah tak berbekas karena anak-anak kita tidak diperkenalkan budaya nenek moyangnya,” kata Nora Hutajulu orang tua dari salah seorang siswi SMP Cinta Rakyat tersebut. (Susan)

Wakil Gubernur Sumatera Selatan : “Kondusifitas Wilayah Modal Utama dalam Membangun”

PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan  (Sumsel) Ir H. Mawardi Yahya hadir dalam apel konsolidasi Operasi Mantap Brata Musi 2019 yang digelar dialaman depan Mapolda Sumsel, Selasa (10/12/2019).

Wagub  Mawardi Yahya dalam kesempatan ini memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapai jajaran aparat dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Sumsel terutama disaat menjelang, saat dan pasca digelarnya pesta demokrasi pada Pileg dan Pilres beberapa waktu lalu.

“Prestasi yang tidak dapat kita lupakan yang telah dicapai kalangan aparat TNI/Polri dan masyarakat adalah Sumsel tetap kondusif dan aman hingga saat ini. Kondisi ini perlu kita pertahakankan terus karena keamanan merupakan modal bagi kita dalam membangun,” ucap Mawardi singkat.

Dalam apel gabungan yang diikuti TNI/Polri tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan yang dalam amanatnya membacakan sambutan tertulis Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo Widyanto yang menegaskan apel Konsolidasi ini adalah rangkaian terkahir dari Operasi Mantap Brata tahun 2018-2019 terkait Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) yang telah berlangsung dengan sukses dan lancar.

“Kita patut berbangga proses demokrasi di tempat kita  berlangsung dengan, santun dan beradab dengan kematangan dan kedewasaan prinsip-prinsip demokrasi,”ucapnya.

Dia menambahkan,  kekompakan antar lembaga dan elemen masyarakat di Sumsel  tetap terjaga dan mampu memberikan rasa aman saat pesta demokrasi   dimulai dari  pengamanan tahap kampanye, masa tenang, penghitungan suara dan penetapan serta pelantikan anggota legislatif dan Presiden.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personil TNI/Polri dan Instansi terkait yang telah bersama dan bekerja keras sehingga tercipta Pemilu yang aman, tertib dan berkualitas,” tandasnya.

Apel konsolidasi  dimaksudkan  sebagai wadah evalusi  dalam mencari  menjadi bahan masukan untuk melaksanakan tugas pada operasi berikutnya. (leston/humas)

Polres Banjar Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya 2019


BANJAR, MOI – Polres Banjar Polda Jabar menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya 2019, yang dilaksanakan di Aula Dalmas Polres Banjar, Selasa (10/12/2019).

Rakor ini digelar dalam rangka pengamanan natal 2019 dan tahun baru 2020 di wilayah hukum Polres Banjar.

Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana menyampaikan terima kasih kepada seluruh OPD dan Stakeholder yang telah datang di Rakor ini dalam rangka Operasi Lilin Lodaya 2019 untuk pengamanan natal 2019 dan tahun baru 2020.

Selanjutnya Kapolres Banjar menuturkan, bahwa rapat tersebut menjadi skala prioritas kita dalam rangka pengamanan operasi kemanusiaan untuk mewujudkan kesamaan visi, menyamakan persepsi dan pola tindak dalam pengamanan sebelum dan sesudah hari raya Natal dan Tahun Baru 2020

“Melalui rakor ini diharapkan dapat memantapkan koordinasi, kerjasama, sinergitas dan solidaritas, guna melakukan penyamaan persepsi dan evaluasi atas pelaksanaan operasi tahun lalu” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, tanggal 25 Desember 2019 umat kristiani akan merayakan natal yang dilaksanakan di gereja-gereja yang ada di Kota Banjar, sehingga perlu dilaksanakan pengamanan maksimal guna menjamin terselenggaranya kegiatan ibadah serta untuk pengamanan tahun baru 2020.

“Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari, dimulai tanggal 23 Desember 2019 sampai 01 Januari 2020, tentunya perlu diantisipasi dan kewaspadaan terhadap kemacetan, kriminalitas, laka lantas konflik sosial dan aksi terorisme di pusat keramaian, operasi ini intinya merupakan operasi kemanusian” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Banjar yang diwakili oleh Wakil Walikota Banjar Nana Suryana menuturkan, bahwa operasi lilin lodaya 2019 yang dikedepankan operasi humanis dan kemanusiaan.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral ini tiada lain demi terwujudnya Kota Banjar yang aman dan tertib”, ujarnya. (Yudhi’s)

Polres Banjar Bersama Dishub Lakukan Ramcek Kenderaan Umum

BANJAR, MOI – Polres Banjar melalui Satuan Lalu Lintas bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Banjar, menggelar Operasi Ramcek angkutan umum di Terminal Kota Banjar, Selasa (10/12/2019). Operasi ini bertujuan untuk mengecek kelayakan kendaraan dan kelengkapan seluruh mobil angkutan umum yang melintas di Terminal Kota Banjar,

“Kami melakukan Operasi Ramcek kendaraan, khusus angkutan umum yang melintas di Terminal Banjar dari mulai kelayakan mobil dan surat-surat kelengkapan kendaraan,” ujar Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana, melalui Kasat Lantas AKP Herman Junaidi.

AKP Herman mengatakan, tujuan dilaksanakan Ramcek ini yaitu untuk persiapan operasi lilin Lodaya 2019. Harapannya nanti semua kendaraan angkutan umum surat-suratnya lengkap dan kendaraan pun layak, guna mengurangi angka kecelakaan.

“Kami persiapan dari sekarang agar nanti semua kendaraan umum layak dan lengkap, kami mengutamakan keselamatan berkendara, jangan sampai nanti pada saat Natal dan Tahun Baru banyak kendaraan yang dipakai tidak layak dan lengkap,” tuturnya.

AKP Herman juga menyampaikan kekhawatiran atas kelayakan kendaraan, apalagi transportasi umum yang membawa banyak penumpang. Karena itu, pihaknya menggelar Ramcek untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan moda transportasi umum.

Selain itu pihak Polres Banjar menurunkan Urdokes ( Urusan Kedokteran dan Kesehatan ) dipimpin oleh Iptu Supardi dengan memeriksa kesehatan para supir kendaraan bertujuan agar dalam berkendara keselamatan berlalu lintas bisa terwujud

Sementara pihak Dinas Perhubungan Banjar  mengatakan pihak Polres Banjar meminta bantuan kepada Dishub untuk membantu mengecek kelayakan kendaraan dan izin trayek.

Pihaknya sementara memberi peringatan kendaraan yang tidak lengkap agar segera melengkapi surat-surat yang tidak ada, sehingga nantinya bisa lengkap semua (Yudhi’s)

Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Akting Tiga Menteri #Prestasi Tanpa Korupsi

JAKARTA, MOI – Drama bertajuk #Prestasi Tanpa Korupsi, dalam memperingati hari anti korupsi sedunia ini di perankan oleh tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju, akting mereka sangat bagus, mendidik dan menghibur para penonton termasuk Presiden Jokowi. Drama ini berlangsung di SMKN 57 Jakarta pada Senin (9/11/2019).

Ketiga Menteri ini adalah : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Nadiem berperan sbg siswa Kelas X SMA, Wishnutama sbg siswa Kelas XII SMA, dan Erick sbg tukang bakso. Selain itu, ada pula komedian Sogi Indra Dhuaja dan Bedu.

Drama dimulai dengan Nadiem dan Sogi yg berdialog mengenai uang kas untuk belanja bakso. Nadiem lantas mengingatkan agar tidak memakai uang yg jadi amanah itu.

Lantas, ketiganya pun memasan bakso ke Erick Thohir. “Bang Thohir, pesan bakso pakai akhlak,” ujar Wisnutama disambut tepuk tangan riuh dari penonton.

“Elu udah tahu mau kuliah di mana? Lu enggak tahu bapak gue siapa. Bapak gue pejabat. ‘Pak, Bedu mau kuliah nih kasih kampus paling favorit di Indonesia’. Pakai koneksi bapak gue, selesai,” kata Bedu ke Wisnutama.

“Yaelah bro hari gini masih ada elu pakai nepotisme. Koneksi-koneksianan kagak zaman bro,” timpal Wisnutama.

Tak lama kemudian, bakso pesanan Wisnutama pun dihidangkan Erick Thohir. Lantas Menteri BUMN itu ikut menimpali percakapan antara Wisnutama dan Bedu.

“Jangan mentang-mentang anak bos malah manfaatin fasilitas, relasi. Namanya nepotisme. Ntar kalau elu udah gede, terus jadi Dirut, malah nitip barang-barang lu. Tukang bakso aja ngerti yg beginian,” ujar Erick membuat penonton terkekeh.

Aksi drama ini pun diakhiri dengan bel yg berbunyi yg menandakan jam pelajaran akan segera dimulai. Tampak para penonton terpingkal-pingkal dengan drama singkat yg dilakukan para menteri itu termasuk Presiden Jokowi. (leston)

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Buka Orienstasi Sosialisasi PMI, “Program Kemanusiaan PMI Butuh Dukungan”

PALEMBANG, MOI – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H. Mawardi Yahya membuka Orientasi dan Sosialisasi UU No.1 tahun 2018 dan PP No. 7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan yang diselenggarakan PMI Provinsi Sumsel di Hotel Harper Palembang, Senin (9/12/2019).

Dalam acara yang di hadiri Ketua PMI Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia HD,  Pengurus PMI Pusat, H. Muhammad Muas, SH dan Wakil Ketua TPP PKK Provinsi Sumsel Hj. Fauziah MY tersebut Wagub Mawardi Yahya menegaskan, peran PMI  dalam membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan sangat besar terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana  yang dimuat dalam UU No. 1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan.

“PMI diberi tugas memberikan pelayanan darah sesusai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kepalangmerahan dan membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial,” tegas Wagub dalam sambutannya.

Wagub menilai peranan dan tugas  PMI  dalam membantu membutuhkan dukungan semua pihak, baik berupa dukungan moril dan materil.  Pemprov Sumsel sendiri lanjut dia  akan membantu kendaraan opersional ke PMI Provinsi Sumsel dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Melalui kebijakan nanti kita akan membantu mobil operasional dan lainnya untuk PMI,”kata Wagub.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru mengatakan Orientasi dan Sosialisasi UU No.1 tahun 2018 dan PP No. 7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan yang diselenggarakan PMI Provinsi Sumsel dimaksudkan untuk memberikan penguatan dan memamahi tugas serta mendorong  kemajuan PMI di wilayah kerjanya masing-masing.

Dikesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman PMI Provinsi Sumsel bersama Mitra kerja diantaranya OJK Regional 7 Sumbagsel, Bank BNI Wilayah Palembang, Angkasa Pura SMB II Palembang, Pegadaian Wilayah 03 Palembang, Sucofindo Cabang Palembang, Sumatera Ekspres, DPD Formi Sumsel, PHRI Sumsel dan DPD APJI Sumsel.

Kemudian Universitas Tridinanti Palembang, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas IBA Palembang dan STISIPOL Candradimuka Palembang. (leston/humas)

Mayat Seorang Wanita Ditemukan Di Kamar Mandi Rumah Kontrakan

 

BANJAR, MOI – Anggota Kepolisian Polsek Pataruman Polres Banjar melalui Bhabinkamtibmas Bripka One Suherman bergerak cepat mendatangi TKP kasus penemuan mayat di wilayah Pataruman Kota Banjar

Warga Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar dikejutkan dengan penemuan wanita paruh baya yang sudah meninggal di kamar kontrakan.
Mayat yang sudah membengkak tersebut ditemukan pada Senin,  (09/12/2019) pagi hari.
Kapolsek Pataruman Iptu Cecep Edi Sulaeman mengatakan, saat ditemukan, jenazah sudah dalam keadaan tergeletak di kamar mandi di kosan kamarnya

Saat diselidiki, tidak ada bekas penganiayaan di tubuh atau pun tanda-tanda bunuh diri.

“Diduga itu karena sakit dan terjatuh di kamar mandi dan sudah meninggal kira-kira dari tiga hari yang lalu,” jelas Iptu Cecep saat dikonfirmasi.

Dugaan tersebut muncul, karena barang berharga seperti Handphone masih ada di kamar kosannya

Pintu kontrakan korban yang berada di Lingkungan Cikabuyutan Pataruman itu juga dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada tanda-tanda perusakan.

Berdasarkan keterangan tetangga, diketahui korban bernisial ES (70) yang menurut KTP merupakan warga Jakarta Pusat

Korban ditemukan saat tetangganya mencurigai bahwa korban sudah tidak keluar kamar kontrakan selama 3 hari

“Dibantu pemilik kontrakan dan warga, kami dobrak pintunya dan menemukan korban dalam keadaan terbujur kaku di kamar mandi, kemudian kami melaporkan ke Polsek Pataruman dan Bhabinkamtibmas ,” terang salah seorang warga

Setelah itu, Polres Banjar membawa jenazah korban ke RSUD Kota Banjar dan mendata kerabat korban untuk proses identifikasi. (Yudhi’s)

Jelang Tahun Baru, Polres Banjar Dan Dishub Siapkan Rambu-Rambu Lalin


BANJAR, MOI –
Kepolisian Polres Banjar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar Jawa Barat, telah menyiapkan berbagai jenis rambu lalu lintas menjelang musim libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jalan yang diprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan ke wilayah itu.

“Rambu-rambu yang dilewati pengguna jalan sudah siap terpasang untuk kenyamanan di musim libur Natal dan Tahun Baru ini,” kata Supratman, Kepala Dishub Kota Banjar

Kanit Dikyasa Polres Banjar Ipda Atang melalui Paur Subbag Humas Bripka Shandi mengatakan, bahwa jelang Natal dan Tahun Baru pihaknya telah menyiapkan terkait persiapan pengamanan dan kenyamanan untuk masyarakat jelang hari besar tersebut

Hal yang utama, kata dia, salah satunya kesiapan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan yang ramai dilewati kendaraan roda dua maupun empat termasuk angkutan umum.

“Yang pertama tentu harus diutamakan keselamatan jalan, jangan sampai ada yang menuju ke Jawa Tengah atau Pangandaran atau ke daerah lainnya mereka merasa terhambat karena arah petunjuk yang tidak jelas,” katanya

Ia menyebutkan, jenis rambu-rambu yang dipasang di antaranya di perempatan perbatasan serta perlintasan kereta api, lalu petunjuk tempat kawasan perkotaan maupun objek wisata.

Ia menambahkan, jajaran Polres Banjar di bantu oleh Dishub dan pihak lainnya sudah melakukan persiapan persiapan pengamanan di jalur utama yang akan ramai dilewati kendaraan.

Musim libur Natal dan Tahun Baru, kata dia, seringkali ramai didatangi orang yang hendak mudik atau berwisata ke Pangandaran maupun daerah lainnya.

“Pada libur Natal dan Tahun Baru ini pasti banyak yang mudik, banyak juga orang yang berekreasi ke tempat wisata,” katanya. (Yudhi’s)

Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia Penuhi Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta

 

Foto : Ribuan jemaat dengan syahdunya mengikuti ibadah perayaan natal

JAKARTA, MOI – Bulan Desember bagi umat Kristiani pada umumnya adalah merupakan bulan suka cita, karena pada bulan Desember ini semua umat Kristiani Rayakan Natal, Rayakan Hari Kelahiran Juruselamat, Tuhan Yesus Kristus.

Foto : Ribuan jemaat dengan syahdunya mengikuti ibadah perayaan natal

Begitu juga dengan Gereja Tiberias Indonesia (GTI), ribuan jemaat GTI sedang Rayakan Natal di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (07/12/2019) mulai jam 18.00 – 22.00 WIB.

Foto : Saat Penyalaan Lilin yang dipimpin oleh Ibu Gembala Sidang GTI Pdt. Darniaty Pariadji

Foto : Saat Penyalaan Lilin yang dipimpin oleh Ibu Gembala Sidang GTI Pdt. Darniaty Pariadji

Foto : Saat Penyalaan Lilin yang dipimpin oleh Ibu Gembala Sidang GTI Pdt. Darniaty Pariadji

“Semua yang MenerimaNYA diberikan Kuasa”, inilah tema dari ibadah Perayaan Natal GTI saat ini, Ibadah yang langsung dipimpin oleh Ketua Sinode/Gembala Sidang GTI : PDT. DR. YESAYA  PARIADJI dan PDT. DARNIATY PARIADJI sangat meriah serta mendatangkan suka cita.

Dari pantauan Media Otonomi Indonesia, sebelum acara dimulai atau sekitar pukul 14.30 WIB wilayah di GBK diselimuti awan hitam pertanda hujan mau turun dan memang sesekali sudah turun butiran air, kejadian itu berlangsung sampai sekitar pulul 16.50 WIB tetapi setelah pukul 16.50 WIB dimana persiapan acara akan dimulai awan hitam itu pergi membuat suasana sekitar GBK menjadi sangat cerah sampai akhir ibadah tersebut.

Foto : Wakapolda Metro Jaya : Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat dan Waka Polres Jakarta Pusat : AKBP Susatyo Purnomo Condro, didampingi Leston Hasibuan (Panitia Natal) tinjau tempat acara perayaan dua jam sebelum acara dimulai.

Sesuai informasi yang Media Otonomi Indonesia dapatkan dari Ketua Panitia Perayaan Natal GTI Pdm. Ir. Daniel Kosasih, bahwa Perayaan Natal GTI di GBK tahun ini sudah yang ke 18 kali, perayaan Natal pertama kali dilaksanakan pada tahun 2000 – 2019, tetapi pada tahun 2016, 2017 tidak bisa merayakan di GBK di karenakan GBK nya renovasi dan GTI kembali rayakan lagi tahun 2018 dan 2019 sekarang ini.

Foto :  Kapolsek Tanah Abang Jakarta Pusat : AKBP Lukman Cahyono, Waka Polres Jakarta Pusat : AKBP Susatyo Purnomo Condro, Kabagops Polres Jakarta Pusat : Kompol Wiraga Dimas Tama, Kasubag Dalops Polres Jakarta Pusat : Kompol Ardiansyah dengan Leston Hasibuan (Panitia Natal) pantau saat perayaan berlangsung.

Menurut informasi dari panitia, Perayaan Natal GTI saat ini pihak GTI sudah terlebih dahulu melaporkan kegiatan ini ke MABES POLRI dan sudah mendapatkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang peruntukkannya sama seperti Surat Ijin, mengapa demikian?, karena untuk mendapatkan STTP ini panitia harus melampirkan beberapa persyaratan serta rekomendasi seperti dari : Direktur Intelkam Polda Metro Jaya ; Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya ; Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat ; Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat ; Pengelola GBK ; Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta ; Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama RI ; Susunan Panitia, Susunan Acara ; KTP Penanggungjawab serta Surat Permohonan.

Foto :  Karo Ops Polda Metro Jaya : Kombes Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, saat apel pasukan pengamanan

Foto : Apel Pengamanan Polda Metro Jaya

Foto : Sterilisasi di panggung oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya

Foto : Sterilisasi di panggung oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya

Foto : Leston Hasibuan (Panitia Natal) menandatangani berita acara bahwa sterilisasi sudah dilaksanakan

Dengan jumlah jemaat yang begitu banyak, pihak GTI juga menyurati Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan mengirimkan 6 unit mobil ambulan beserta tim medisnya ( dokter & perawat ) untuk tambahan yang 2 unit ambulan dari pihak panitia dan Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta juga mengirim 2 unit mobil damkar dengan personilnya karena di akhir acara tersebut, Gereja Tiberias Indonesia seperti tahun -tahun sebelumnya membuat hiburan pesta kembang api (dimana sudah mendapat ijin dari Polda Metro Jaya)

Foto : Indahnya Kembang Api yang di nyalakan setelah ibadah perayaan

Foto : Indahnya Kembang Api yang di nyalakan setelah ibadah perayaan

Kepolisian Negara Republik Indonesia secara khusus wilayah hukum Polda Metro Jaya sangat mendukung acara tersebut, dan menurut informasi dari panitia bahwa Polda Metro akan melibatkan lebih kurang 1000 personil Polri untuk pengamanan perayaan tersebut.

Foto : Ketua Panitia Natal Pdm. Ir. Daniel Kosasih, sedang istirahat waktu memantau pembuatan panggung

Foto : Ketua Panitia Natal, Pdm. Ir. Daniel Kosasih sedang memantau dari CCTV GBK

Pada saat perayaan tersebut Wakapolda Metro Jaya, Polres Jakpus serta Kapolsek turun langsung meninjau tempat Natal tersebut.(LH)

1 10 11 12 13 14 21