PEMATANGSIANTAR, MOI – Ketua umum Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI),Rahmat Shah mengatakan, pembangunan kawasan Danau Toba yang diprogramkan pemerintah pusat untuk pembangunan dan meningkatkan ekonomi rakyat, bakal menggelontorkan anggaran puluhan triliun. Namun, yang tidak boleh dilupakan, harus tetap memperhatikan kelestarian satwa dan alam sekitarnya.
Hal ini dikatakan Rahmat saat memberikan kata sambutan pada acara ulang tahun kebun binatang (zoo) Siantar yang ke-83, di lokasi kebun binatang Pematangsiantar, Rabu (27/11-2019).
Kebun binatang,sebutnya, membantu mengedukasi anak tentang alam, satwa dan konservasi alam. Zoo Siantar yang sekarang, sebut Rahmat, sudah banyak menangkar satwa yang bukan hanya langka dan berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.”Bahkan dalam waktu dekat, satwa langka lain seperti 2 ekor zebra betina dan orang utan dan singa putih yang ongkos angkutnya mencapai Rp 500 juta akan dibawa ke taman hewan ini,” ujar Rahmat.
“Saya menghimbau para pendidik untuk mengajarkan anak didik mengenal alam yang telah memberikan kehidupan kepada kita, termasuk mengenalkan satwa dan apa itu konservasi alam. Alam sudah memberikan kehidupan kepada kita, maka kita wajib memberikan kehidupan kepada alam, supaya seimbang. Maka, langkah PKBSI, semua hewan langka yang kami tangkar itu dilindungi, dirawat dan pada saatnya nanti beberapa akan kembali dilepas liarkan.Semua hewan langka itu milik pemerintah, atas kerjasama Taman Hewan Siantar dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II, jadi bukan milik saya pribadi,”ujar Rahmat.
Rahmat juga menyebutkan Kebun Binatang Medan tidak layak untuk disebut Kebun binatang. Kondisinya,sebut Rahmat, sama seperti kebun binatang ini dahulu, sebelum dikelolanya, Ada, tapi seolah – olah tiada.
“Kebun Binatang di Medan itu tidak layak.Kondisinya sama seperti kebun binatang ini dulu, lebih dari 20 tahun lalu. Ada, tapi seakan – akan tiada. Yang ada hanya alam, pepohonan,”,katanya.
Taman Hewan Siantar, kata Rahmat, merupakan destinasi wisata kebanggaan kota Pematangsiantar. Bahkan, dengan jumlah pengunjung pernah mencapai 28 ribu orang per hari, Taman Hewan Siantar menimbulkan multi efek keuntungan pada berbagai sektor di kota Pematangsiantar, seperti pada hotel dan pedagang sekitar dan mengingatkan agar pelayanan ditingkatkan,termasuk keramahan,keamanan dan kenyamanan harus tetap dijaga.
Dalam kesempatan itu,Rahmat yang pernah menjadi seorang duta besar itu mengimbau, agar seluruh elemen masyarakat bersatu padu untuk melestarikan alam dan satwa yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia juga berharap penegak hukum, menindak tegas para perusak alam dan para pelaku usaha yang mempergunakan pewarna tekstil serta formalin ke dalam makanan.
“Mereka itu pembunuh manusia, harus ditindak tegas. Saya juga mengimbau agar kepedulian terhadap alam jangan luntur.Kalau masyarakat menemukan hewan liar, apalagi langka, antarkan ke taman hewan ini. Ongkosnya akan diganti,”imbuhnya lagi seraya berterimakasih kepada BRI dan Inalum yang telah memberikan tanggung jawab kepedulian sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)-nya kepada Taman Hewan Siantar untuk perbaikan kandang.
Sebelumnya, mewakili Gubsu, Staf ahli gubernur Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Pemprov Sumatera Utara, H Agus Tri Priono dalam kata sambutannya mengatakan mengapresiasi Yayasan Rahmat Shah dengan langkahnya mengelola Kebun Binatang Siantar, yang mampu mengedukasi masyarakat terutama anak-anak.Dari tidak ada hewannya, menjadi ada berbagai hewan, bukan hanya hewan asli Indonesia, tetapi juga yang berasal dari luar negeri.

“Kalau mau mempelajari hewan ini ke habitat aslinya, tentu butuh dana yang besar. Tetapi hanya dengan datang ke sini, terutama bagi anak -anak kita, bisa mengenal hewan dan belajar mengenal alam,” katanya.
Dalam acara tersebut, Rahmat Shah yang didampingi anak bungsunya Roland Shah memberikan tali asih kepada perwakilan anak yatim piatu.Dibagikan pula buku autobiografi tentang perjuangan Rahmat Shah melawan kanker prostat,berjudul ” Kanker Prostat Bukan Vonis Mati” Sembuh Dari Kanker Prostat Berkat Doa dan Sedekah.
Turut hadir dalam acara tersebut mewakili walikota, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Leonardo Simanjuntak, Kadis Lingkungan Hidup Dedy Tunasto Setiawan, kabid KSDA Wilayah II Pematangsiantar Seno Pramudita, Manager Taman Hewan Siantar Sandha Octavia Perkasa, dan Sekjend PKBSI Tony Sumampouw, yang memaparkan keberhasilan PKBI bekerjasama dengan KSDA wilayah II yang telah berhasil melepas liarkan hewan langka ke alam bebas, seperti harimau sumatera, dan jalak bali serta merak yang telah ditangkar agar tidak punah.(Susan)