MTQ Dan Nasyid Ke 3 Tahun 2020 Di Desa Teluk Piai

 

LABURA, MOI – Pembukaan MTQ dan Festival Nasyid ke 3 tahun 2020, diadakan di Desa Teluk Piai Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara Jumat, 24.01.2020.

Pada pelaksanaan kegiatan saat ini di hadiri oleh DPRD Kabupaten Labuhan Batu Utara, Ketua KNPI Kabupaten Labuhan Batu Utara, Ketua Alwashliyah, Camat Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara, TNI serta perangkat pemerintahan desa di Kualuh Hilir.

Festival MTQ dan Nasyid dilaksanakan setiap tahun, dan untuk tahun ini sebagai tuan rumah adalah Desa Teluk Piai. (Rusdi Situmorang).

Ucu Samsuri Kades Terpilih Desa Palasari – Legok Prioritaskan Program Pembangunan SAB

 

TANGERANG, MOI – Ucu Samsuri, Kepala Desa (Kades) Desa Palasari Kec. Legok, Kab Tangerang – Banten, terpilih untuk periode tahun 2019-2025.

Kemenangan yang diraih Ucu Samsuri dalam pemilihan Kepala Desa Palasari adalah suatu kepercayaan yang diberikan warga masyarakat desa Palasari.

Kepercayaan inilah yang menjadi dasar Ucu Samsuri dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Pelasari harus secara profesional dan konsekwen karena kepercayaan merupakan suatu amanah yang harus di pertanggung jawabkan, selama masa menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Palasari.

Konsekwensi kepercayaan tersebut harus digiring dengan pelaksanaan kinerja, sesuai visi misi yang sudah di programkan”, demikian dikatakan Ucu Samsuri, Jumat,17/01/2020, diruang kantor kerjanya kepada Media Otonomi Indonesia

Melirik kepada kondisi wilayah Desa Palasari, saat ini butuh sarana air bersih, yang selama ini sulit mendapatkan air bersih tersebut.

Terkait dengan visi misi Desa Palasari, yang sudah di program, maka, target masa tugas awal yang harus diprioritaskan, pengembangan pembangunan sarana Sanitasi Air Bersih (SAB)

Soalnya Menurut Ucu Samsuri bahwa kondisi sarana air bersih untuk wilayah Desa Palasari sulit mendapatkannya.

Persoalan ini dialami lebih kurang puluhan tahun, kesulitan untuk mendapat sarana air bersih, “jelasnya

Atas kebutuhan tersebut, Ucu Samsuri, untuk kinerja pertama memprioritaskan SAB sebagai program Desa Palasari menuju Desa Palasari, yang berkualitas dan Gemilang, Bersih, Sehat, Cerdas, Religius” akuinya

Selain menuntaskan dan memprioritaskan SAB, Ucu Samsuri juga meningkatan kesejahteraan warga masyarakat, salah satunya untuk mengantisipasi soal penggangguran, di wilayah Desa Palasari, untuk merealisasikan hal ini ‘Ucu Samsuri ingin membuka lapangan kerja, yang bergerak dibidang perindutriaan berbentuk perusahan sandal yang akan berdiri diwilayah Desa Palasari,”tuturnya.

lni salah satu program untuk mengantisipasi pengganguran warga masyarakat Palasari, soalnya mengantisifasi, persoalan tersebut menurutnya termasuk mengantisifasi kemiskinan bagi warga masyarakat palasari” tuturnya

Terkait perlunya adanya perobahan yang dinginkan warga Desa Palasari, maka Ucu Samsuri mengatakan bahwa perlu adanya pengembangan dan pembangunan dibidang, Sumber Daya Manusia, (SDM) agar kualitas kompetensi warga kebih berpotensi dan mampu menggali potensi yang ada dilingkungan wilayah Desa Palasari” pintanya

Terkait landasan tersebut, Ucu Samsuri, berharap kepada warga masyarakat khususnya Desa Palasari, bisa dan mampu bergerak menggali potensi secara finansial, maupun kelompok, karena kualitas, kompetensi, karena di era globalisasi kemajuan zaman semakin canggih, kondisi demikian diperlukan adanya kualitas pola pikir yang berpotensi dan profesional, khusunya untuk warga masyarakat Desa Palasari umunya untuk wilayah Kec Legok, Kab Tangerang” harapanya. (Alfian)

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Mangunreja-Tasikmalaya

 

TASIKMALAYA, MOI – Hujan deras yang mengguyur Tasikmalaya menyebabkan tanah longsor di wilayah Kampung Bebedahan Rt 29/06, Desa Pasirsalam Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (22/01/2020). Akibat longsor yang terjadi sekitar pukul 02.00 dinihari, menyebabkan jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Akibatnya Jalan Cikeusal macet total, sehingga dilakukan rekasaya lalu lintas untuk melancarkan arus lalu lintas.

Bencana alam tanah longsor mengakibatkan Jalan Raya Warung Legok – Cikeusal penghubung antara Kp. Bebedahan dan Kp. Cimawate Desa Pasirsalam tertutup material tanah dan pepohonan sepanjang 30 meter, tinggi sekitar 1 meter dan lebar kurang lebih 6 meter.

Aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya bersama masyarakat setempat, Tagana dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya berupaya mengevakuasi material tanah dan pohon tumbang yang menutupi ruas jalan.

Menurut Paur Subbag Humas Polres Tasikmalaya, Iptu Didi kepada Media Otonomi Indonesia mengatakan, penyebab longsor dikarenakan curah hujan yang tinggi tadi malam, ditambah struktur tanah yang labil.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya. (Yudhi’s/Humas Polres Tasikmalaya)

Jalan Kelurahan Kampung Mesjid Desa Teluk Piai Yang Rusak Parah Mulai Diperbaiki

 

LABUHAN BATU UTARA, MOI – Melihat kondisi saat ini jalan kelurahan kampung mesjid yang berbatasan Desa Teluk Piai Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Utara Sumatera Utara yang sudah sangat rusak dan diperlukan perhatian khusus dari pihak terkait.

Hal inilah menjadi perhatian dari Camat dan Kepala Desa Teluk Piai untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

Maka pada hari Jumat, 17.01.2020 pihak Kecamatan, Kelurahan, Kepala Desa, telah mendatangkan alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut.

Adapun Pelaksana dilapangan adalah Bapak Guntur Pakpahan dan anggota PP. Suriyadi Admaza dari Kec. Kualuh Hilir, Kab. Labura.  (Rusdi Situmorang) 

Asosiasi Pengelola CSR RI Turun Ke Simalungun Bangun Lampu Jalan

SIMALUNGUN, MOI – Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Divisi Keuangan asosiasi pengelola Corporate Sosial Responsibility (CSR) Republik Indonesia (APCRI)  Mochammad Taufik E dan Choirul Mashudi S.E  langsung turun ke Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Simalungun Kecamatan Dolok Batu Nanggar Desa (Nagori) Dolok Ilir I untuk survei lokasi pembangunan  lampu jalan dari tenaga surya, sabtu (11/01/ 2020)

Taufik saat ditemui wartawan menyatakan dana CSR baik dari dalam negeri maupun luar negeri jumlahnya sangat besar kurang lebih 136 T. Maka sesuai dengan tujuan APCRI yaitu menyalurkan dana yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

“Jumlahnya ,(CSR-red) sangat besar dan kami dari pengurus APCRI memiliki tanggung jawab yang besar juga untuk menyalurkannya agar tepat sasaran.Inilah sebabnya kami langsung turun untuk melihat desa – desa terutama yang sangat perlu sentuhan APCRI. Bahkan kami sudah meninjau desa desa di Kabupaten yang ada di Papua, karena banyak saudara saudara kita di Papua masih tertinggal dan butuh penerangan, ” tukas Taufik.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, memang pihaknya baru terbentuk kurang lebih dua bulan, namun harus  diingatkan kepada rekanan yang mau bergabung dengan APCRI, agar memenuhi standar yang telah ditentukan.

“Kalau tidak memenuhi standar, APCRI dengan tegas tidak akan melayani , karena untuk realisasi nantinya kami ada prosedural tersendiri,” ujar Taufik

Sementara itu, Choirul Mashudi menyatakan dirinya bergabung di APCRI sejak tahun 2018, dan mengaku sangat memahami segala prosedural yang ada, baik itu didalam APCRI maupun diluar APCRI. Bahkan, selama ini diakuinya penyaluran CSR kurang baik.Sehingga untuk ke depan ia berharap, penyaluran CSR selanjutnya akan lebih baik dalam realisasinya.

“Mari kita semua bergandengan tangan untuk peduli dengan Negara kita tercinta yaitu dengan ikut terlibat memajukan Desa/Nagori yang ada di Indonesia, dan saya berharap CSR ini bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dan perusahaan di sekitarnya,”tukas Mashudi

Masih  kata Mashudi, buat rekanan, ia menjamin segala tahapan akan dijelaskan dengan rinci, baik itu Surat Perintah Memulai Kerja (SPMK) dan tahapan selanjutnya hingga pekerjaan final.

“Misalnya bahwa setelah pengggalian dan pembuatan pondasi lampu, biasanya ditunggu sebulan, baru bulan kedua setelahnya tiang diletakkan, untuk pemasangan lampu sangat mudah sistemnya, hanya tiga sambungan karena telah dirakit pabrik, sehingga rekanan hanya memasang saja. Sedangkan untuk mengontrol lampu, APCRI bisa melakukannya dari Jakarta dengan sistem komputerisasi terpadu, sehingga hal ini sangat membantu untuk mengetahui keadaan lampu tersebut.Bantuan ini bertahap, untuk saat ini terealisasi hanya 20 Nagori saja” tambah Mashudi.

Nagori yang mendapat jatah CSR tersebut di Kecamatan Dolok Batu Nanggar ada 14 Nagori yaitu Nagori Dolok Ilir I, Padang Mainu, Dolok Tenera, Bahung Kahean, Dolok Ilir II, Silenduk, Bah Tobu, Bandar Selamat, Bahung Kahean, Dolok Merangir I, Dolok Merangir II, Kahean, Dolok Kataran dan Padang Mainu. Program ini juga didapatkan dua Nagori di Kecamatan Tapian Dolok yakni Nagori Naga Dolok dan Nagori Dolok Simbolon, selanjutnya empat Nagori ada di Gunung Maligas akan menyusul, karena pihak APCRI masih akan meninjau.

Judiman sebagai koordinator pangulu di Kecamatan Dolok Batu Nanggar menyatakan dirinya  sangat berterimakasih untuk pengurus Program pengelola Corporate Sosial Responsibility (CSR) Republik Indonesia (APCRI) yang turun lansung ke lapangan.

“Saya tidak menyangka dari Jakarta mereka langsung turun melihat kondisi kami di Desa/Nagori. Bantuan ini sudah lama diharapkan masyarakat, karena pada saat menjelang malam  banyak aktivitas yang berhenti, akibat suasana desa yang gelap gulita di sepanjang jalan,sehingga masyarakat desa waswas bila melakukan aktivitas atau keluar pada malam hari.Dengan adanya 25 titik lampu jalan nantinya masyarakat pasti bisa memanfaatkannya dengan baik,dan kondisi desa juga pasti akan semakin minim tindak kejahatan di sepanjang jalan -jalan di nagori kami akibat sudah terang benderang,” kata Judiman.

Judiman berharap ke depan warga desa juga membutuhkan perhatian APCRI yang lain, misalnya perbaikan jalan, karena jalan Nagori Dolok Ilir I ini merupakan penghubung jalan menuju 5 Nagori lainnya, namun kondisinya rusak parah. (Susan)

Wagub Inginkan Sumatera Selatan Jadi Contoh Kerukunan di Indonesia

 

PALEMBANG, MOI – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melalui Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya meminta agar umat Kristen Katolik menjadi salah satu agama yang bisa menjembatani kerukunan di Sumsel.

Hal itu disampaikan Mawardi dalam sambutannya saat menghadiri Perayaan Natal Oikumene 2019 di PSCC, Palembang, Kamis (9/1/2020) malam.

Dia mengatakan, momentum Perayaan Natal Oikumene ini hendaklah menjadi penyemangat dan memberikan dampak untuk menjaga kesatuan serta kerukunan di Sumsel.

Sebab, untuk menjaga kesatuan dan kerukunan antar umat beragama tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan sikap saling menghargai dan menghormati dari semua pihak untuk menjaga hal tersebut

“Berbagai suku, etnis dan agama ada di provinsi ini (Sumsel). Meski demikian, Sumsel tetap kondusif karena semua masyarakatnya dapat saling menghargai dan menghormati. Dan saya harap umat Kristen Katolik tetap menjadi salah satu agama yang menjembatani kerukunan itu,” ungkap Mawardi.

Pada kesempatan itu, Mawardi juga berharap agar seluruh agama khusus umat Kristen Katolik dapat terus bersama-sama menjaga kerukunan tersebut.

“Kerukunan di Sumsel ini harus terus dijaga sehingga menjadi contoh untuk provinsi lain di Indonesia. Dan kami juga berharap agar umat Kristen Katolik dapat mendukung program yang tengah gencar dilakukan Pemprov Sumsel sehingga kedepannya provinsi Sumsel semakin maju,” tegasnya.

Sedikitnya 5000 jemaat Kristen Katolik memadati PSCC untuk merayakan Natal Oikumene 2019.

Panitia Acara John Turman Panjaitan mengatakan, jemaat tersebut berasal dari berbagai gereja yang ada di Sumsel.

“Perayaan Natal Oikumene ini merupakan perayaan Natal seluruh gereja yang ada di Sumsel. “Dengan tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”, kita mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu tanpa membedakan suku, agama, dan ras dengan harapan Sumsel tetap rukun,” tuturnya. (Red)

Gubernur Sumatera Selatan Lepas Tim Satgas Tanggap Bencana

PALEMBANG, MOI – Bencana Banjir Bandang yang memporak porandakan sejumlah wilayah di Kabupaten Lahat, menjadi perhatian serius Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru.

Sebagai bentuk kepeduliannya, HD langsung membentuk tim Satgas Tanggap Bencana untuk memberikan bantuan kepada para korban.

“Saat masyarakat kita (Sumsel) tertimpa musibah apalagi bencana alam seperti ini tidak harus menunggu instruksi Saya gubernur. Langsung jalan saja, berikan saja bantu yang mampu kita berikan supaya bantuan cepat datang. Bayangkan jika itu terjadi sama kita,” kata HD, saat melepas langsung Tim Satgas Tanggap Bencana di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Jum’at (10/1/2020) pagi.

Menurutnya, setiap saat Tim Satgas  yang terdiri dari Sat Pol PP, Dinas Sosial dan BPBD tersebut terus diperbaharui agar bisa bergerak lebih maksimal saat terjadi bencana.

“Kita harus siap menjadi insan yang selalu membantu. Bukan material yang diberikan kita hitung, itu tidak terbatas kita berikan. Seratus kali pun akan kita kirimkan bantuan material itu. Bila perlu baju di badan pun kita lepas dan jual untuk saudara kita yang terkena musibah tersebut,” ungkap HD.

Untuk itu, mantan Bupati OKU Timur dua periode itu berpesan agar Tim Satgas yang diterjunkan agar bekerja maksimal sebagai bentuk kepedulian sesama manusia.

“Yang jelas sekarang bantu mereka. Tim yang diberangkatkan kesana saya harap jangan datang hanya untuk membagikan material yang dibawa saja namun juga berupaya mengembalikan psikologi mereka yang terganggu akibat bencana tersebut agar mereka merasakan pemerintah ini ada disaat mereka berduka,” tuturnya.

“Sampaikan juga kepada para korban jika pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan terus berupaya ada untuk mereka,” tegasnya.

Termasuk juga soal infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut, HD menegaskan, Pemprov Sumsel pasti akan membantu.

“Kita bantu itu. Jika pengelolaannya di bawah Kabupaten, ajukan saja saya pasti bantu dan itu tidak terbatas juga,” tutupnya. (Red/Humas)

Mengatasi Banjir Pemkab Tangerang Akan Menyediakan Perahu Karet Tiap Kecamatan

TIGARAKSA, MOI – Mengatasi banjir dimusim hujan tahun berikut nya Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menyediakan perahu karet, peralatan dapur umum di 29 kecamatan dan desa/kelurahan untuk mengatasi tanggap bencana banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.

Hal terdebut disampaikan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar saat memimpin rapat koordinasi terkait penanganan dan antisipasi banjir di Kabupaten Tangerang dengan seluruh Kepala OPD, Camat, dan Ormas, bertempat ruan rapat Wareng Gedung Setda Kabupaten Tangerang Banten. Kamis, (9/1/2020).

“mudah-mudahan nanti di 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang tahun depan atau 2 sampai 3 tahun yang akan datang semua kecamatan desa dan kelurahan punya perahu, punya peralatan dapur umum yang bisa bisa di gunakan buat tanggap darurat bencana banjir di wilayah masing-masing,” jelas Zaki di hadapan peserta Rakor yang juga di hadiri Sekretaris Daerah Moch Maesyal Rasyid dan para Asisten.

A. Zaki Iskandar Bupati Tangerang yang berpasangan dengan H Mad Romli yang di lantik tanggal 21 September 2018 ini melanjutkan kenapa kita perlu perahu karet dan peralatan dapur umum di setiap kecamata, desa dan kelurahan dikarenakan pengalaman penanganan bencana banjir pada awal tahun 2020 ini mengalami kesulitan kekurangan perahu karet dan perakatan dapur umum, perahu karet yang di BPBD Kabupaten Tangerang tidak cukup mengatasi banjir yang terjadi di 14 kecamatan kemarin.

Zaki juga pada kesempatan tersebut meminta seluruh jajaran Pemkab. Tangerang, Ormas, OKP, agar bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik agar proses penanganan musibah banjir bisa segera diatasi, dan lagi musim penghujan saat ini masih awal, masih ada beberapa bulan lagi musim penghujan dan itu yang harus diantisipasi oleh semua.

“saya minta semua saat ini berjaga dan antisipasi banjir yang bisa kapan saja terjadi karena menurut BMKG musim hujan masih sampai awal Maret, dan BPBD, Dinsos, Kecamatan agar berantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” Katanya.

Menurutnya, Dalam kurun waktu jangka pendek ini pihaknya sedang mempersiapakan karena musim penghujan yang cukup panjang, serta elemen masyarakat wajib dengan pak camat duduk bersama untuk memetakan dan juga membagi tugas setiap elemen yang ada di kecamatan masing-masing, dan dibuat SOP (standar operasional prosedur) penanganan banjir secara menyeluruh di setiap Kecamatan.

“kebutuhan peralatan kemudian personil juga dan logistik ini yang sedang kita kalkulasikan, masalahnya musim penghujan ini baru dimulai ini masih ada 3 bulan kedepan yang harus kita siaga, berikutnya juga dengan para Camat agar yang terjadi kebanjiran kemarin ini semua sudah punya SOP masing-masing, dan alat pendukung seperti perahu karet, dapur umum itu harus ada disetiap kecamatan,” Ungkap Zaki.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid menambahkan terkait penyediaan perahu karet dan peralatan dapur umum di kecamatan dan desa/kelurahan Pemkab Tangerang akan menganggarkan untuk tahun berikut nya, menggingat banjir ini selalu datang tiap tahun.

“untuk mengatasi banjir tahun berikut nya kita akan menggarkan untuk penyediaan perahu karet dan peralatan dapur umum di kecamatan dan desa/kelurahan,” ukan sekda

Sementara itu Bambang Sapto selaku Kepala BPBD Kab. Tangerang mengungkapkan bahwa, Memang ia memiliki target seluruh desa dan kelurahan untuk menjadi desa tanggap bencana dan itu masih perlu proses yang panjang, karena setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda Ia perlu merumuskan formulanya agar stiap desa/kelurahan bisa jadi tanggap bencana.

“Sesuai arahan dari Bupati tadi sudah digambarkan bahwa banjir ini bukan hanya tugas pemerintah saja tapi tugas kita semua artinya seluruh komponen masyarakat juga terlibat secara moril untuk bisa membantu penanggulangannya,” Kata Bambang. (Red/Diskominfo)

Inspektorat Daerah Kota Banjar Raih Level 3 Dalam Penilaian Kapabilitas APIP dan Pemerintah Kota Banjar Telah Mencapai Level 3 Dalam Maturitas Sistem Pengendalian Intern (SPIP)

 

BANJAR, MOI – Inspektorat Daerah Kota Banjar sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), adalah instansi pemerintah yang dibentuk dengan tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Banjar.

Saat ini secara umum peran APIP di Indonesia belum efektif, sesuai dengan hasil pemetaan terhadap tingkat kapabilitas pelaksanaan tugas pengawasan intern pada setiap APIP di seluruh Indonesia.

Peningkatan kapabilitas APIP sangat diperlukan, agar terwujud pengawasan intern yang efektif.

Seluruh APIP diharapkan berada pada level 2 (Infrastructure), selanjutnya dapat ditingkatkan pada level 3 (Integrated) dari skor Leve 1-5 sesuai kriteria penilaian internasional.

Menurut Kepala Inspektorat Daerah Kota Banjar Ir. H. Ojat Sudrajat M.M, pada Tahun 2019 di Jawa Barat Inspektorat Daerah yang telah mencapai Level 3 adalah, Kota Depok, Kabupaten Sumedang, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, Kota Bogor dan Kota Banjar.

Dimana kapabilitas APIP Level 3 (Integrated) pada IACM, mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Kebijakan, proses, dan prosedur APIP telah ditetapkan, didokumentasikan, dan integrasi satu sama lain, serta merupakan infrastruktur organisasi.

2. Manajemen serta praktik profesional APIP telah mapan dan seragam diterapkan di seluruh pengawasan intern.

3. Kegiatan pengawasan intern mulai diselaraskan dengan tata kelola dan risiko yang dihadapi.

4. APIP berevolusi diri hanya melakukan kegiatan secara tradisional menjadi mengintegrasikan diri sebagai kesatuan organisasi, dan memberikan saran terhadap kinerja dan manajemen resiko.

5. Memfokuskan untuk membangun tim dan kapasitas kegiatan pengawasan intern, indepedensi serta objektivitas.

6. Pelaksanaan kegiatan secara umum telah sesuai degan Standar Audit.

Lebih lanjut Kepala Inspektorat Daerah Kota Banjar Ir. H. Ojat Sudrajat M.M kepada Media Otonomi Indonesia mengatakan, kapabilitas APIP di Level 3 yang sudah diraih oleh Inspektorat Kota Banjar juga dipengaruhi oleh Capaian Maturitas SPIP Pemerintah Kota Banjar, dimana Kota Banjar di Jawa Barat adalah Pemerintah Kota yang pertama dalam melakukan penilaian Maturitas SPIP dengan capaian Level 3 pada Tahun 2017, dan hasilnya setelah dilakukan Quality Assurance oleh BPKP Pemerintah Kota Banjar tetap memperoleh Level 3 untuk SPIP.

Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP adalah tingkat kematangan/kesempurnaan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah dalam mencapai tujuan pengendalian intern, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, dimana tingkat maturitas SPIP berada pada Level 0 sampai dengan Level 5, dan Kota Banjar telah mencapai Level 3 dalam hal maturitas SPIP, ujar Ojat.

Karakteristik maturitas SPIP pada Pemerintah Kota Banjar Tahun 2017 yang berada pada level “Terdefinisi” adalah:

1. Telah menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian untuk kegiatan pokok unit organisasi pada Pemerintah Kota Banjar Tahun 2017, sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008.

2. Telah mengkomunikasikan kebijakan dan prosedur pengendalian atas kegiatan pokok unit organisasi pada Pemerintah Kota Banjar Tahun 2017.

3. Telah melaksanakan kebijakan dan prosedur pengendalian atas kegiatan pokok unit organisasi pada Pemerintah Kota Banjar Tahun 2017, dan mendokumentasikannya secara konsisten.

Semoga dengan diraihnya kapabilitas Level 3 oleh Inspektorat Kota Banjar dan Level 3 untuk penilaian Maturitas SPIP oleh Pemerintah Kota Banjar, mudah-mudahan tujuan Pemerintah Kota Banjar bisa tercapai melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, pungkas Ojat. (Yudhi’s/Inspektorat Kota Banjar)

Polres Banjar Peduli Bencana Bogor

BANJAR, MOI – Bertempat di Lapangan Apel Polres Banjar, Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana, memimpin pengumpulan dana sumbangan untuk korban bencana alam di Wilayah Bogor dan sekitarnya dari personel Polres Banjar, Rabu (08/01/2020).

Pengumpulan dana melalui Kotak Amal Peduli Bencana Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Wilayah hukum Polda Jabar

Kapolres Banjar didampingi Wakapolres Banjar, Kompol Ade Najmulloh mengatakan, kegiatan ini wujud kepedulian Polres Banjar kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Alhamdulillah personel Polres Banjar semangat untuk berbagi dalam niat beribadah, dan semoga ini bisa membantu serta meringankan beban saudara kita yang terkena musibah dalam bencana alam,” ujar Kapolres.

Kegiatan ini kita lakukan dalam rangka memupuk rasa kebersamaan dan empati kepada orang lain yang saat ini mendapatkan musibah bencana banjir serta membutuhkan bantuan, semoga sedikit rejeki ini bisa disisihkan untuk mereka dapat meringankan beban dan semoga bermanfaat serta menjadi amal ibadah bagi anggota polri ”tambahnya.

Kapolres Banjar juga menambahkan,  sebanyak Rp. 15.708.500,- terkumpul dari sumbangan ini, dana tersebut ditambah dari dana yang dikumpulkan oleh anggota Polres dan Polsek jajaran untuk bisa digunakan sebagaimana mestinya oleh warga masyarakat yang terkena bencana. (Yudhi’s)

1 2 3 7